memo


Aku selalu menghargai segala bentuk kenangan. karena aku sadar itulah hal paling berharga, yang dengannya kita terbentuk menjadi pribadi sekarang ini.

Pagi ini seusai sholat shubuh aku sengaja membuka diary-diary ku dulu, (ah sekarang aku sadar sudah jarang menulis di buku diary) dari zaman sekolah dasar, sampai SMA. Dan, tatapanku terhenti ketika melihat satu halaman yang pernah aku tulis bertepatan dengan tanggal ini, 16 Agustus. Bedanya hanya tahunnya saja. Ketika itu aku menulis pada tahun 2008, jadi sekitar 3 tahun yang lalu.

Saat itu adalah salah satu hari yang sangat berharga untukku, dan kedua temanku, Qori dan Fikri. Ya, kita baru saja memenangkan English Debate Contest hari itu . Dan seingatku, ketika itu kita sangat berjuang habis-habisan dengan mempersiapkan berbagai strategi di tengah-tengah keterbatasan dan masalah-masalah yang sedang melanda. Ya, karena selalu ada jalan di setiap keterbatasan.

Pada hari itu kita sadar, bahwa Allah selalu ada untuk hambaNya yang berusaha…

Sekarang, aku sangat merindukan hari itu, begitukah dengan kalian kawan?

 

Sukabumi, 16 Agustus 2011

Obrolan sore


Tadi sore aku berbincang panjang lebar dengan teman, teman akrab  sahabat lebih tepatnya yang selalu bersama sejak sekolah dasar sampai SMA dan berpisah ketika harus belajar di perguruan tinggi masing-masing, dia di Depok dan aku di Jogja.  sudah lama memang kami tidak memiliki waktu yang berkualitas unutk berbagi cerita dan pengalaman seperti sebelumnya. wajar saja, waktu, jarak dan kesibukan jadi alasannya.

Banyak hal yang kita bicarakan, salah satunya ternyata kita sedang mengalami kegalauan yang sama. Tiba-tiba terpikir oleh hal yang bukan prinsip ketika sendirian. Padahal jelas-jelas itu membunuh secara perlahan. haha lewat saja. masih banyak hal yang jauh lebih penting dibandingkan merisaukan gangguan orang lain :P.

Hal lain yang lebih penting kita bicarakan adalah tentang masa depan.

” Udah tau cha, dua kakak kelas kita sekarang lagi maju buat PIMNAS ke Makasar? Besok kita kaya gitu juga ya, kita ketemu di ajang kompetisi Nasional!”

“jadi nanti kita bukan partner tim lagi dalam setiap kompetisi kaya waktu SMA tapi lawan? haha okelah..”

“oh ya apa kabar rencana kita ketemu di luar negri buat kuliah? Masihkah?”

Dan tentang cita-cita membangun negeri dan daerah.

“ya, standar pendidikan disini masih kurang, karena orang-orang yang berhasil lebih memilih untuk tinggal di kota lain, jarang terpikir untuk peduli dan menggagas suatu perubahan untuk memajukan potensi daerah kita, khususnya pendidikan. Jadi ini tanggung jawab kita sama-sama sebagai putra daerah untuk mengembangkan sumber daya manusia, supaya ga gampang dibodoh-bodohi. lihat deh pabrik-pabrik asing itu, seenaknya saja mengambil sumber daya alam yang kita miliki.”

” Ya benar, aku bercita-cita untuk membangun sekolah alam, dan memajukkan universitas disini. Minimal jadi pengajar lah. terus membangun usaha yang dari situ bisa membangun sebuah Foundation beasiswa buat mereka yang membutuhkan pendidikan. Muluk sih kelihatannya, tapi mimpi itu ga ada batasnya kan, sebebas kita aja menentukan. lagipula kita hidup sekali, percuma aja kalo g ada manfaatnya.”

” Okelah kalo gitu, kita catet visi akhir. cita-cita kita adalah sukses dunia akhirat dan mencerdaskan umat . ”

sungguh sangat menyenangkan perbincangan hari ini, With you, i strengthen my dreams, our dream 🙂

-sahabat adalah keluarga, saudara seperjalanan..

Entahlah


Mimpi–impian, pengalaman dan kenangan. semuanya bersatu dikendalikan oleh waktu. Tak pernah sedikitpun terpikir akan seperti apa suatu saat nanti ketika kita dihadapkan pada kenyataan bahwa ada sesuatu sebutlah itu kenangan yang -yah harus dilupakan bahkan ditinggalkan. Tapi memang inilah jalan yang aku pilih, jalan yang memang Dia restui.

Jangan buat hamba lemah , kuatkan hamba ya Rabb..

Sukabumi, 15 Juli 2011 10;14 pm

simple


“ Kamu suka banget merhatiin langit ya” ujar seseorang kepada ku.

“Oh ya? Emangnya kenapa?” jawabku

“engga, cuman ini untuk kesekian kalinya kamu ngasih tau aku kalo banyak bintang di langit”

Tanpa kusadari memang, begitu seringnya aku mengamati langit malam yang penuh bintang dan terbawa takjub olehnya. Hampir setiap malam aku tengok langit untuk memastikan apakah ada bintang disana? Ataukah bulan? Atau mungkin hanya awan mendung yang membendung uap air untuk segera di tumpahkan ke bumi? Dan setiap aku menemukan bintang, bulan, atau apapun yang bersinar di atas sana entah mengapa hati ini begitu senangnya. Hadir perasaan tenang terutama ketika kudapati diri ini sedang sendiri seraya memejamkan mata.

Ya, aku memang bukanlah penikmat keramaian, pengagum gemerlap lampu ibu kota, ataupun pergi bergerombol untuk bersenang senang menikmati hiburan sebagai pemuas jiwa. Namun jiwa ini akan akan terpuaskan oleh pesona jutaan sinar-sinar langit itu, sinar yang  sederhana namun cantik tak terkira. Ya, aku mengaguminya karena kesederhanaannya.

Tak hanya bintang, seluruh elemen di alam ini, ternyata terlihat begitu sederhana namun mempesona. Selayaknya ombak yang mendebur-deburkan buihnya, sederhana; keras, menghampas tajam, pasti namun membuat takjub bagi siapapun yang mengaguminya. Seperti Ketenangan danau. Sederhana; hanya menggenangkan air yang ada di atasnya. Namun mempesona dengan kemampuannya memantulkan bayangan dan cahaya bak cermin.

Layaknya, alam memang mengajarkan kita untuk sederhana. Seharusnya kita sadar, jangan terlena.

Welcome May, please be nice and friendly.. ;)


Dear ga kerasa ya sekarang sudah memasuki bulan Mei. Bulan yang bakalan benar-benar padat oleh rutinitas dan kegiatan-kegiatan ekstra. Semoga diberi kesehatan dan kekuatan untuk menjalani semuanya. Tak lupa pula kita sudah melewati bulan April, yang di dalamnya juga terdapat kejadian-kejadian berharga yang sayang kalau terlupakan dan terlewatkan begitu saja.

Dimulai dari UTS, deadline pengajuan hibah penelitian mahasiswa, sampai bertemu dan berkenalan  dengan 2 orang seniman cantik dari Prancis yang datang ke kampus untuk mempresentasikan hasil kesenian terbarunya.  Akhir bulan april kemarin deadline pengumpulan proposal LKTI tingkat SMA sekaligus awal dari serangkaian acara Mikrofest (mikrobiologi festifal) yang akan dilaksanakan bulan Mei ini.

Di bulan April kemarin cha juga dapat pelajaran berharga sekaligus pencerahan lewat acara Upgrading DEMA (Dewan Mahasiswa) yang mengangkat tema manajemen diri.( Eeer jujur aja gw masih ngerasa manajemen diri yang gw jalanin sekarang masih acak-acakan..^.^V  ) How to manage my time, my mind, my heart, my plan also my environment. Salah Satu hal yang aku tangkap adalah ternyata salah bila kita mengatakan bahwa kita adalah seseorang (dengan kedudukannya) contohnya saya seorang calon presiden atau semacamnya, karena itu ternyata dapat membuat pikiran kita tidak bebas, statis dan terkotakkan. Lantas bagaimana? Ya, kita harus mendeskripsikan diri bahwa kita adalah seorang yang bebas, lantas aku buat sendiri deskripsi diriku ini;

“ Saya adalah orang yang bebas, dapat berbuat banyak hal bersama orang orang yang saya sayangi di sekitar saya dan menjadi diri sendiri. Seorang makhluk Allah yang diciptakan untuk dapat bermanfaat bagi lingkungannya dan dilahirkan dari orang tua yang luar biasa untuk menjadi manusia luar biasa!”

Meskipun kelihatannya berlebihan, tapi ternyata kita memang harus punya impian, cita-cita dan tujuan yang tinggi sehingga  usaha yang kita lakukan juga ga tanggung tanggung. Selalu positif thinking terhadap apapun juga itu penting untuk menjaga pikiran dan hati kita tetap fresh. Selalu tulis dan agendakan rencana yang akan kita lakukan sebab ada pepatah yang mengatakan “ if you fail to plan, you plan to fail” terlebih kalau jam terbang kita tinggi dan menuntut banyak konsentrasi sehingga semua bisa terlaksana.

Kembali tetapkan visi-misi-target-langkah perwujudan-evaluasi tentang semua yang ingin kita capai sebab Cita-cita adalah impian yang bertanggal (Mario teguh).

Ya, berhubung bulan Mei ini bakal padet banget agendanya, maka manajemen diri dan waktu harus benar benar diperhatikan, supaya hidup bisa jadi lebih teratur. ^_^

Welcome May, please be nice and friendly.. 😉

just a little respect


Kita semua diciptakan dalam bentuk dan besaran yang berbeda.

Kita semua mempunyai kekuatan dan kelemahan.

Apa yang baik bagi seseorang belum tentu baik untuk orang lain.

Ada beberapa hal penting untukku sedang kau sama sekali tidak peduli. Dan sesekali sikapmu tidak aku pahami dan tidak ku mengerti.

Tetapi aku ingin kita saling mengerti dengan sebaik-baiknya karena kita hidup bersama di dunia yang sama.

Aku tahu bahwa aku tidak dapat mengharapkan dirimu untuk menginginkan hal sama dengan yang aku inginkan.

Kita bukan orang yang sama, jadi kita tidak akan selalu melihat dengan cara yang sama pula.

Aku memang punya pikiranku sendiri, yang mungkin tidak cocok dengan pandanganmu sebagaimana halnya aku.

Tapi apa guna toleransi itu? Apa guna saling menghormati?

Bisakah sedikit menghargai?

 

Love you Abi, always.. :)


Setiap ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun – dan (tapi) selalu membutuhkan kehadirannya.

Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil, tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar. Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret. Ayah selalu tepat janji! Dia akan memegang janjinya untuk membantu seorang teman, meskipun ajakanmu untuk pergi sebenarnya lebih menyenangkan.

Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain dengan teman-teman mereka.karena dia sadar itu adalah akhir masa kecil mereka.

Ayah mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibumu hamil (mengandungmu) , tapi begitu kamu lahir, ia mulai membuat revisi. Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan bahkan diapun bisa meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti mengapung di atas air setelah ia melepaskanya.

Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu kamu mencarinya. Ayah mungkin tampak galak di matamu, tetapi di mata teman-temanmu dia tampak baik dan menyayangi.

Ayah lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidup Ayah benar-benar senang membantu seseorang… tapi ia sukar meminta bantuan.

Ayah di dapur. Membuat memasak seperti penjelajahan ilmiah. Dia punya rumus-rumus dan formula racikannya sendiri, dan hanya dia sendiri yang mengerti bagaimana menyelesaikan persamaan-persamaan rumit itu. Dan hasilnya?… .mmmmhhh…” tidak terlalu mengecewakan” ^_~

Ayah mungkin tidak pernah menyentuh sapu ketika masih muda, tapi ia bisa belajar dengan cepat.

Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatmu senang tapi tidak takut.

Ayah akan memberimu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu dibahunya, ketika pawai lewat. Ayah tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit, tapi ia tidak akan tidur semalaman. Siapa tahu kamu membutuhkannya. Ayah menganggap orang itu harus berdiri sendiri, jadi dia tidak mau memberitahumu apa yang harus kamu lakukan, tapi ia akan menyatakan rasa tidak setujunya. Ayah percaya orang harus tepat waktu. karena itu dia selalu lebih awal menunggumu.

AYAH ITU MURAH HATI…..
Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang kamu butuhkan…. .
Ia menghentikan apa saja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin bicara…

Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar spp mu tiap semester, meskipun kamu tidak pernah membantunya menghitung berapa banyak kerutan di dahinya….
Ayah mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu….

Ayah akan berkata “tanyakan saja pada ibumu” Ketika ia ingin berkata “tidak”
Ayah tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin .
Dan diapun hampir tidak pernah marah, kecuali ketika anak lelakinya kepregok menghisap rokok dikamar mandi.
Ayah mengatakan “tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan”

Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan sesuatu hal yang baik persis seperti caranya….
Ayah lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri….
Ayah hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu pergi merantau meningalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak akan pernah bisa melepaskannya.

Ayah tidak suka meneteskan air mata ….
ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu menangis untuk pertama kalinya, dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya (ssst..tapi sekali lagi ini bukan menangis)

ketika kamu masih kecil, ia bisa memelukmu untuk mengusir rasa takutmu…ketika kau mimpi akan dibunuh monster…. tapi…..ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar selama hampir satu bulan.

Ayah pernah berkata :” kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkwalitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya. begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu,jika kau ingin mendaptkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang Menciptakannya”

Untuk masa depan anak lelakinya Ayah berpesan: “Jadilah lebih kuat dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang lebih baik dari ibumu , berikan yang lebih baik untuk menantu dan cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu”

Dan Untuk masa depan anak gadisnya ayah berpesan :” Jangan cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak! laki-laki yang lebih bisa melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau gantikan posisi Ayah di hatimu”

Ayah bersikeras,bahwa anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik daripada kamu dulu….
Ayah bisa membuatmu percaya diri… karena ia percaya padamu…
Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba melakukan yang terbaik….
Dan terpenting adalah…
Ayah tidak pernah menghalangimu untuk mencintai Allah SWT, bahkan dia akan membentangkan seribu jalan agar kau dapat menggapai cintaNya, karena dia pun mencintaimu karena cintaNya.

Dan, tidak kan pernah kulupa.. Kata – kata Abi yang selalu terucap ketika bertambah usiaku.. ” Selamat Ulang Tahun Teh, semoga selalu meningkat kualitas keimananmu” Sungguh, itulah hadiah dan do’a terindah dari apapun.

Selamat Ulang Tahun Abi, Barakallahu fi Umurik, semoga selalu ada dalam LindunganNya, sehat selalu, Menjadi pemimpin yang amanah, dan Semakin Bertambah Kualitas Keimanannya..

I Love You because of Allah..

Yogyakarta, Senin 4 April 2011

04.23

saat adzan shubuh berkumandang, genap usia Abi yang ke 44